Sejumlah warga Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang kini sedang hot-hotnya membicarakan tentang seekor hewan bernama tokek.
Pasalnya, seekor tokek bisa menghasilkan uang belasan juta rupiah. Namun, tokek ini bukan sembarang tokek. Yang dicari masyarakat adalah tokek yang memiliki berat sampai 3 ons.
“Warga Pasar X Tembung Percut Sei Tuan kini sedang hebohnya membahas ‘kehebatan’ yang dimiliki seekor tokek, yang katanya bisa mengobati orang yang mengidap penyakit AIDS maupun lainnya,” kata Juli, warga Pasar X kepada Mandiri via seluler, Selasa (10/2).
Namun, sejauh ini seekor tokek yang diinginkan itu belum adanya yang berhasil menemukannya. “Kabar menghebohkan ini terjadi sejak sebulan lalu. Mulanya, itu hanya isu. Namun, belakangan kabar tersebut makin menjadi bahan perbincangan masyarakat mulai dari kaum bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak yang sibuk mencari tokek yang memiliki berat hingga 3 ons,” ujar ayah beranak tiga ini.
Juli yang mendengar itu pun menjadi tergiur untuk memperoleh tokek yang konon katanya dagingnya bisa diolah menjadi obat yang dapat menyembutkan beragam penyakit, seperti penyakit HIV/AIDS.
“Bagi warga yang menemukan seekor tokek yang memiliki berat hingga 3 ons, dapat segera menghubungi saya untuk ditukarkan dengan uang belasan juta rupiah,” kata Juli yang berminat untuk membeli tokek tersebut guna mendapatkan khasiatnya.
Seekor tokek dengan berat 3 ons katanya, akan dihargai dengan uang sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta per ekornya. “Bila ada memelihara dan menemukan tokek yang dimaksud silahkan hubungi saya ke nomor 061-76616943,” ujarnya serius. [hmt]
Memang sedang heboh, dan permintaan memang benar adanya. Harga tokek tergantung dengan siapa sub agen berhubungan.
Untuk tokek berat 3 ons boleh dengan harga Rp.20 juta. Kebetulan saya juga “dititipi” untuk membeli tokek di wilayah medan dan sekitarnya.
Namun kami tidak nmenerima untuk tokek yang berasal dari daerah Jawa, Jawa Timur.
ya memang heboh soal tokek ini, saya sudah banyak didatangi temen temen pembeli pingin lihat tokek yang ada dirumah, pikir pikir walaupun harga nya mahal saya nggak jual, masalahnya suara tokek sangat merdu bila mendengarnya diwaktu malam.
yang pingin dengar suara tokek saya silahkan datang ya… mana tau heboh soal tokek tapi ngak pernah dengar suaranya yang merdu. oce… bye
Africa , haiti , zimbabwe, Togo atau sebagainya
karena sering kali mereka adalah PENIPU
dan hati hati dengan orang yang mengaku dari
KEDUTAAN Africa
Anda punya tokek mau dijual, mau jual tokek
email ke : redaksi9@gmail.com
Sunday, May 30, 2010
Seekor Tokek Dihargai Belasan Juta
Tuesday, March 30, 2010
Cara Memelihara Tokek
Memelihara Tokek
Tokek,
Akhir akhir ini dunia bisnis di ramaikan dengan maraknya jual beli binatang Tokek, hampir di seluruh pelosok negeri ini ramai membicaraka tingginya harga satu ekor tokek, saya pernah mendengar kalau satu ekor tokek dengan bobot 5 Ons bisa di hargai hingga 250 juta, harga yang cukup fantastis memang, dan siapa sangka binatang yang unik dan menarik ini sanggup mengalahkan harga satu buah mobil mewah...
Buat teman teman yang kebetulan lagiu di landa demam tokek, berikut saya coba sampaikan sedikit aturan dan pewraturan bagaimana memelihara Tokek yang saya ambil dari sebuah Blog teman, semoga bisa membuat sukses bisnis Tokek anda...
1 Tokek Merupakan Binatang yang tahan lapar, serta tahan cuaca.
Jadi kalo tokek gak diberi makan selama 1 minggu ato 2 minggu, itu gak masalah. Atopun dicuaca panas ato dingin itu juga gak masalah.
2. Tokek Merupakan hewan kanibal
Jadi jika dia kumpul jadi 1 kandang, dan merasa lapar,dia bersifat kanibal.
Dia mempunyai pedoman siapa yang kuat dia yang menang, jadi ada hukum rimba di sini. Jadi saran saya 1 kandang 1 tokek. Supaya tidak ada persaingan makanan.
3. Tokek Gampang Stress
Dan Karena tokek yang gampang stres, maka sekali diletakan dikandang, jangan dipindah pindah lagi baik tokek maupun kandangnya. Tujuannya supaya tokek tidak stres, akibatnya dia akan gak doyan makan. Sebenarya tokek mati, rata rata mengalami stres. Soalnya ketika saya pertama kali banyak yang mati.
4. Peletakan kandang di tempat yang sesuai.
Tempatnya usahakan di luar, kalo bisa dibawah pohon. Tujuanya supaya tetap merasa di alam.
5. Adaptasi tokek dari ditangkap dan masuk kandang.
Biasanya tokek tidak mau makan selama 2 minggu ato bahkan lebih. Tapi jika kandang dibuat dari kayu, adaptasi akan menjadi lebih cepat. Jadi saya sarankan buat kandang dari kayu.
6. Tujuan memisahkan per kandang.
Yaitu supaya tokek tidak bertelur ato berkembang biak. Karena tujuan utama saya yaitu membesarkan bukan membudidayakan.
7. Untuk ukuran kandang bebas.
Syaratnya harus dari kayu, dan agak gelap. Madsutnya gelap semua tertutup kecuali pintu mengunakan kawat streamin. Dan usahakan max 2 ekor tokek dalam 1 kandang. Kalo ditempat saya menggunakan bekas lemari baju dari kayu, saya modif dengan pintu menggunakan kawat streamin.
8. Untuk makanan.
Serangga adalah makanan tokek. Ini akan merangsang tokek menjadi lebih besar. Dalam hal ini bisa menggunakan jangkrik/Kroto sebagai makanan tokek.Untuk peningkatan beberapa ons itu tergantung banyak faktor, usahakan jangan sampai tokek merasa stress itu aja. buat kandang senyaman mungkin.
9. Cara memegang.
Tokek memang agak menakutkan. biasanya memegang posisi dari belakang, dan sasaran kepalanya, jangan ekornya, karena dia akan melepaskan ekornya kalo dipegang, kayak cicak.
caranya kalo kegigit, siram mulutnya dengan air hangat ato, alihkan gigitanya dengan benda agak lunak misal kain.
Sumaber: suryahawk.blogspot.com
Tokek Dijual Mahal
Diyakini Dapat Sembuhkan AIDS, Tokek Dijual Mahal
Tokek merupakan binatang yang saat ini banyak dicari keberadaannya oleh sejumlah masyarakat. Pasalnya, jenis reptil yang masuk golongan cecak besar suku Gekkonidae itu memiliki harga jual tinggi di pasaran. Harga tokek yang memiliki berat 4 ons bisa dijual lebih dari Rp 500 juta.
Dengan iming-iming akan mendapatkan keuntungan besar, sejumlah masyarakat berlomba-lomba untuk berbisnis tokek. Sebut saja namanya Firdaus (21). Dalam satu tahun terakhir ini ia telah menggeluti bisnis jual beli binatang yang kabarnya dapat menyembuhkan HIV/AIDS itu.
Untuk memelihara tokek-tokek itu, Firdaus mengaku tidak pernah mengalami kesulitan. Pasalnya, memelihara tokek, menurutnya, tidaklah sulit. Selain itu, ongkos makan juga tidak mahal.
"Ternak tokek sebenarnya gampang. Satu minggu kita cuma kasih dia makan jangkrik seharga Rp 5 ribu sebanyak dua kali. Artinya satu tokek seminggu biaya makannya Rp 10 ribu," kata Firdaus.
Jumlah tokek yang dimiliki Firdaus saat ini delapan ekor. Dari delapan tokek yang dimilikinya, berat maksimal adalah 2 ons, sedangkan yang paling ringan 1 ons. Meski telah 1 tahun berbisnis tokek, Firdaus mengaku belum pernah merasakan menjual tokek dengan harga yang fantastis.
Harga tertinggi yang pernah didapatkan hanya Rp 2 juta. Ini karena tokek yang dimilikinya hanya memiliki berat maksimal 2 ons.
"Susah cari tokek yang besar. tokek besar banyaknya di daerah, kalau di Jakarta jarang. Paling ada kecil-kecil," katanya.
Harga tokek bervariasi. Sementara itu, mengenai harga jual tokek di pasaran, menurut lelaki yang masih membujang ini, tergantung berat tokek itu sendiri. Semakin besar atau berat tokek, harganya makin mahal.
"Kalau tokek ukuran 1 ons di pasaran bawah (bukan harga dari eksportir) Rp 100 ribu, kalau tokek 1,5 ons Rp 200 ribu, tokek ukuran 2 ons Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta. Tokek 2,5 ons harganya antara Rp 5 juta sampai Rp 30 juta," paparnya.
Menurutnya, harga tokek mulai beranjak tinggi jika memiliki berat di atas 3 ons. Harga tokek dengan berat 3 ons sendiri, menurutnya, berkisar dari harga Rp 30 hingga Rp 100 jutaan, sedangkan tokek dengan berat 3,5 sampai 4 ons biasa dihargai dengan Rp 100 hingga Rp 800 juta. "Harganya bervariasi, karena tiap bos beda harganya," ujarnya.
Diminati Cukong Luar Negeri
Selain banyak dicari masyarakat Indonesia, tokek juga banyak diburu cukong asal luar negeri. Para cukong tersebut sengaja datang ke Indonesia hanya sekadar mencari tokek.
"Sekarang ini lagi banyak cukong asal Malaysia dan Korea di Indonesia ingin mendapatkan tokek dengan harga murah. Dan ini betulan loh," ujar Ade, salah seorang penjual dan pembeli tokek, kemarin (25/9).
Kedatangan para cukong asing tersebut, menurut Ade, karena bisnis jual beli tokek cukup menggiurkan. Selain itu, para cukong dapat memperoleh tokek di Indonesia dengan harga murah untuk kemudian dijual kembali dengan harga mahal.
Ade merupakan seorang penjual dan pembeli tokek. Bisnis tersebut sudah satu tahun ini digelutinya. Tokek-tokek itu, menurutnya, dijual dengan cara diekspor ke sejumlah negara, seperti China, Jepang, Hongkong, dan Perancis.
Namun, tidak semua tokek bisa diekspor. Hanya tokek yang memiliki berat 3,5 ons ke atas yang bisa diekspor.
"Karena, semakin tua dan besar ukuran suatu tokek, maka kadar enzim yang dimilikinya akan semakin banyak. Dan, katanya enzim itu yang dipakai untuk obat HIV AIDS," jelas Ade. (kmps/ika)
atau sedang membutuhkan atu memerlukan
Ingin penjual produk atau anda ingin membeli
Tulis Pesanan anda




